Ayam KUB NTT

PETERNKAN AYAM Kampung

Oleh Mardianus E. Ili

Pemilik https://www.afrofarm.id/

Ayam kampung biasanya dibesarkan di halaman belakang rumah tangga pedesaan. Mereka umumnya tumbuh dalam jumlah kecil hingga sekitar 24 ayam untuk produksi telur. Beberapa memelihara ayam kampung untuk daging,telur, barter, atau dijual sebagai sumber pendapatan tambahan bagi rumah tangga.

Menurut para ahli, jumlah ayam kampung di dalam negeri masih sama dengan ayam ras hibrida atau komersial. Pemerintah memberikan perhatian dan upaya yang tepat kepada industri untuk meningkatkan peternakan ayam buras dan peranannya yang penting dalam perekonomian, yang meliputi pemberian tambahan pendapatan bagi peternak kecil, cakupan/besarnya permintaan ayam buras di Indonesia. pasar lokal, dan manfaat kesehatan dari daging.

Apa itu Ayam Kampung?

Ciri-ciri ayam kampung :

 

Ayam kampung memiliki banyak ciri-ciri unggulan.

  • Berat hidup: 1-2 kilogram
  • Umur bertelur: 5-6 bulan
  • Jumlah telur yang dihasilkan per tahun: 60-100 butir
  • Berat telur: 40-45 gram
  • Ayam Kampung Unggul Balitbangtan (KUB) merupakan ayam kampung asli hasil inovasi dari Badan Litbang Pertanian Kementerian Pertanian. Ayam KUB memiliki keunggulan yaitu mampu bertelur lebih banyak mencapai 160-180 butir/ekor/tahun, memiliki bobot badan umur 20 minggu (±5 bulan) berkisar antara 1.200-1.600 gram, umur awal bertelur lebih awal sekitar 20-22 minggu dengan bobot telur 35-45 gram. Masa mengeram ayam yang berkurang hingga tinggal 10% sehingga ayam cepat bertelur kembali serta lebih tahan terhadap penyakit.
  • Ayam Kampung Unggul Balitbangtan (KUB) dapat digunakan sebagai sumber bibit induk untuk penyediaan Day Old Chicken (DOC/bibit ayam) ayam kampung, baik untuk keperluan ayam potong maupun untuk petelur. Pada tahun 1997-1998 peneliti di Balai Penelitian Ternak (Balitnak) melakukan penelitian pembiakan ayam kampung yang bibit/induknya berasal dari beberapa daerah di Jawa Barat. Karakterisasi dilakukan pada ayam kampung betina dara (pullet) umur ±5 bulan sebanyak 350 ekor, masing-masing didatangkan dari Cianjur 100 ekor, Jatiwangi 84 ekor, Depok 60 ekor, Jasinga Kab Bogor 56 ekor, dan Ciawi Kab Bogor 50 ekor. Ayam tersebut ditempatkan dalam kandang dengan ukuran 45 x 24 x 42 cm dengan menggunakan rangkaian kandang yang terbuat dari kawat serta dilengkapi dengan tempat makan dan air minum.
  • Di Jawa Barat, sudah dilaksanakan Kaji Terap Budidaya Ayam KUB di 3 Kabupaten yang mewakili ekosistem tempat ketinggian yaitu di Kabupaten Cianjur, Kabupaten Sumedang, dan Kabupaten Ciamis. Kaji terap ini dilaksanakan selama 5 bulan dengan memelihara sebanyak 250 ekor Ayam KUB di masing-masing Kabupaten. Dari hasil Kaji Terap tersebut, kunci ayam KUB dapat menghasilkan daging ketika berumur 3 bulan atau 70 s/d 90 hari dengan bobot 1,2 s/d 1,6 Kg, selama 7 bulan pemeliharaan dari 250 ekor ayam KUB sudah dapat menghasilkan telur sebanyak 638 butir.
  • membuka ayam kampung yang setiap tahun meningkat namun ketersediaan menurun dapat menjadi peluang bagi peternak maupun wirausahawan yang tertarik membudidayakan ayam KUB, karena selain itu dapat dijadikan sebagai ayam pedanging ayam KUB pun dapat dimanfaatkan telurnya untuk dijual.

Sumber : Badan Litbang Pertanian, Kementerian Pertanian

Koleksi telur

Ayam betina biasanya bertelur dari jam 9:00 pagi sampai 3:00 sore Pengumpulan telur harus dilakukan setiap hari, dengan hanya menyisakan satu telur di sarang untuk mendorong ayam bertelur lebih banyak. Ini mendorong ayam untuk merawat telur dengan lebih baik. Pengumpulan secara teratur akan mengurangi timbulnya telur pecah-pecah dan kotor. Ini juga telah terbukti meningkatkan tingkat bertelur sebelum inkubasi.

 

Simpan telur tetas di tempat yang sejuk dan kering sampai siap untuk diinkubasi.

Pemilihan telur untuk inkubasi sangat penting karena ini merupakan salah satu faktor yang menentukan kualitas anak ayam yang akan ditetaskan. Telur berkualitas tinggi kemungkinan besar akan menghasilkan anak ayam berkualitas tinggi. Berikut adalah beberapa tips untuk menghasilkan anak ayam berkualitas baik.

  • Pastikan sarang/area bertelur selalu bersih.
  • Telur yang akan di erami atau di tetaskan harus memiliki ukuran dan bentuk yang sesuai (bentuk bulat telur), utuh tanpa retak, dan bercangkang tebal. Anda dapat menentukan apakah telur bercangkang tebal atau tidak retak dengan mengetuk dua telur secara perlahan. Telur bercangkang tebal dan tidak retak terdengar halus dan padat sedangkan telur bercangkang tipis dan pecah pecah.
  • Simpan telur tetas di tempat yang sejuk dan kering hingga siap untuk ditetaskan.
  • Gunakan keranjang atau kotak yang terbuat dari kardus untuk menyimpan telur.
  • Simpan telur tetas maksimal 5-7 hari sebelum inkubasi.
  • Jika penyimpanan akan melebihi 7 hari, telur harus ditempatkan di kompartemen sayuran di lemari es dan harus dikeluarkan satu hari sebelum inkubasi (apakah ini akan dilakukan dengan cara alami atau buatan). Penetasan buatan dilakukan dengan menggunakan incubator (mesin tetas).

Mengeram merupakan ciri ayam yang dapat berkontribusi pada penurunan produksi telur. Ayam secara alami duduk di atas telur sampai mereka menetas. Namun, penelitian menunjukkan bahwa praktik ini memperlambat produksi telur. Oleh karena itu, penggunaan Mesin Tetas dirasa perlu. Jika peternak tidak memiliki dana untuk membeli Mesin Tetas, ia dapat membawa telur tetas ke penetasan komersial seminggu sekali dan mengumpulkan anak ayam 21 hari setelahnya, dengan biaya berdasarkan biaya yang disepakati per telur tetas.

 

Ketika seekor ayam betina duduk di sarang untuk waktu yang lama, ini menandakan sifat suka merenung. Untuk mencegah timbulnya rasa mengeram, keluarkan ayam dari sarangnya, rendam tubuhnya dalam ember berisi air, dan letakkan di tanah atau di tempat yang cukup terang. Tali pengikat ayam (itambang) dapat digunakan untuk memisahkan induk ayam dari kelompok ayam lainnya. Lakukan langkah-langkah tersebut selama lima hari berturut-turut dan kembalikan ayam ke kelompoknya. Ini akan membantu ayam bertelur lagi dan meningkatkan produksi telur per ayam per tahun.

Merawat Anak Ayam

Merawat anak ayam yang baru menetas merupakan bagian yang sangat penting dalam budidaya ayam kampung. Masa paling sulit dari kehidupan ayam dimulai dari saat menetas hingga berumur satu bulan. Menurut penelitian, ini adalah periode ketika banyak anak ayam sakit dan mati.

Untuk mendorong ayam betina untuk melanjutkan bertelur, yang terbaik adalah segera memisahkan anak ayam dari ayam betina. Anak ayam dipindahkan ke kandang induk, tempat anak ayam dikurung sejak hari menetas sampai mereka dapat bertahan hidup tanpa tambahan panas. Struktur ini melindungi anak ayam dari hujan, angin kencang, perubahan kondisi cuaca, dan predator. Kandang induk buatan berukuran sedang yang memiliki dimensi  50 cm x 150 cm x 50 cm kaki dapat menampung 50-70 anak ayam dari hari pertama hingga sekitar 3-4 minggu.

Berikut beberapa tips dalam merawat anak ayam:

  1. Gunakan lampu pijar atau lampu pijar 1 watt per ekor (atau 60-75 watt untul 60-75 ekor anak ayam) untuk memberikan panas yang cukup.
  2. Pastikan ketersediaan air dan pakan yang mudah diakses oleh anak ayam. Yang terbaik bagi anak ayam untuk memberi makan dan minum air segera setelah tiba di kandang induk buatan.
  3. Gunakan tumpukan koran bekas sebagai penutup lantai atau bahan penyerap serasah dimana pakan dapat ditebar sampai anak ayam berumur 3-5 hari. Setiap hari, singkirkan lapisan atas tumpukan untuk memastikan pakan baru dan bahan serasah/dedaunan kering bersih.
  4. Setelah 3-5 hari, penutup lantai tidak diperlukan lagi. Sebagai gantinya, gunakan tempat pakan seperti tiang bambu yang dibelah dua atau desain lain yang terbuat dari kayu, plastik, atau besi galvanis.
  5. Vaksinasi anak ayam terhadap hama sejak umur 7-9 hari. Tanyakan kepada dokter hewan atau teknisi tentang cara vaksin yang benar.

Perkandangan Peternakan Ayam

Amati perilaku anak ayam karena ini merupakan indikasi yang baik untuk suhu induk. Jika terlalu panas, anak ayam cenderung menjauhi sumber cahaya. Jika terlalu dingin, anak ayam cenderung tinggal sangat dekat dengan induknya. Indikator yang baik bahwa Anda telah mencapai suhu brooder yang tepat (cukup seimbang antara panas dan dingin) adalah ketika anak ayam didistribusikan secara merata di kandang induk buatan.

Merawat Ayam Kampung fase Grower (Pertumbuhan)

Setelah sebulan di kandang, anak ayam dipindahkan ke tempat yang lebih besar di tanah (tahap pengerasan). Kandang yang seharusnya berukuran 30 cm per ekor, digunakan sampai anak ayam mencapai 2 bulan. Proses ini memungkinkan anak-anak ayam untuk beradaptasi dan menjadi lebih kuat sebelum mereka dilepaskan dalam umbaran. Tahap pertumbuhan adalah dari usia 2-5 bulan. Area tumbuh harus memiliki rumput dan kacang-kacangan untuk meminimalkan biaya pakan dan memastikan kesehatan anak ayam penanam yang baik. Vaksinasi terhadap hama (Avian Pest/Newcastle Disease) pada umur 28-30 hari dan setiap bulan keempat setelahnya harus dilakukan. Berkoordinasi dengan dokter hewan atau teknisi untuk Vaksinasi yang tepat.

Perkandangan

Ayam kampung harus dilengkapi dengan struktur kandang yang cukup di mana mereka dapat bertengger pada malam hari, mencari perlindungan selama cuaca hujan, dan membangun sarang ketika mereka dalam usia bertelur. Sediakan kandang dengan tipe kisaran yang memadai untuk penanam dan peternak dengan ukuran 1-2 meter persegi per ekor. Tempatkan ayam dengan usia yang seragam di dalam rumah untuk mencegah perkelahian dan wabah penyakit. Untuk meningkatkan produksi telur breeder, tempatkan ayam di kandang terpisah dengan sarang dan jangkauan. Mereka juga harus diberi makan dengan ransum petelur yang dicampur dengan bahan pakan lokal seperti dedak padi, kopra, dan jagung serta bahan pakan local lainnya.

Makanan

Ayam kampung dapat diberi pakan biasa seperti jagung giling, sekam padi, dedak padi, bungkil kopra, bubur jagung, dedak jagung, dan bahkan sisa dapur seperti nasi, roti, dan kelapa kering. Direkomendasikan juga agar anak ayam diberi pakan starter komersial sejak menetas hingga usia 1 bulan.

Ketika anak ayam mencapai usia 1 bulan, pakan dapat diubah secara bertahap. Jumlah pakan komersial dapat dikurangi sementara pakan biasa dapat ditingkatkan. Anak ayam juga harus dilatih untuk memakan sumber pakan yang tersedia di sekitar mereka.

Ayam kampung dapat diberi makan dengan pakan yang dicampur di rumah dengan 50% dedak, 20% jagung, dan 30% kopra. Jika diinginkan, konsentrasi pakan dapat juga 75% dari campuran tersebut dan 25% pakan komersial. Pastikan tempat pakan diisi tidak lebih dari 1/3 kapasitasnya untuk menghindari pemborosan pakan.

Perawatan Kesehatan

Berikut ini adalah beberapa panduan untuk mencegah penyakit pada ayam kampung:

  • Pastikan kebersihan area kandang, pakan, air minum, dan peralatan lainnya sebelum memelihara ayam baru.
  • Menyediakan ayam dengan nutrisi makanan yang cukup dan seimbang untuk meningkatkan daya tahannya terhadap penyakit.
  • Pemberian vaksin ND.

Pengobatan Penyakit Umum Ayam

Penyakit pernafasan : Kurung ayam yang sakit selama 1 minggu dan masukkan obat ke dalam air. Singkirkan ayam dari air selama 2-3 jam sebelum membiarkan mereka minum.

Cacar Unggas : Oleskan tingtur yodium pada luka setiap hari. Berikan ayam air obat. Berikan vaksin pada usia 2 bulan untuk mencegah Fowl Pox.

ND : Ayam harus divaksinasi terhadap Newcastle Disease pada umur 1 minggu atau antara umur 7-10 hari; vaksinasi ulang pada usia 28-30 hari untuk mencegah tertular hama karena Hama Ayam dapat memusnahkan semua populasi. Segera pisahkan ayam yang sakit dari yang sehat dan kurung di kandang lain. Ayam yang mati karena sakit harus dikubur di dalam tanah atau dibakar.

Konsultasikan dengan dokter hewan atau teknisi setelah kondisi kesehatan yang tidak biasa diamati.

Terima kasih

PERTANIAN AFRO

www.afrofarm.id