Ayo Sadar Pangan Aman (ASPA) Dengan ASUH

 

Ayo Sadar Pangan Aman (ASPA) Dengan ASUH

oleh

Agusto A Mascarenhas ,

Jurusan Ilmu Peternakan, Fakultas Peternakan, Universitas Nusa Cendana

Semutotsuga@Gmail.Com

FACEEBOOK :AGUSTO AMARAL MASCARENHAS

Salah satu kebutuhan mendasar manusia dalam bertahan hidup adalah adanya pangan. Kebutuhan biologis ini juga akan mempengaruhi pada kebutuhan rohani dan psikologisnya. Namun kebutuhan biologis menjadi pokok utama dalam keberlangsungan hidup manusia. Terlepas dari kebutuhan tersebut, dalam pelaksanaan pemenuhan pangan terdapat banyak hambatan dalam pemenuhannya, akses dan keamanannya.

Keamanan pangan menjadi salah satu komponen utama kebijakan pangan.Di Indonesia sendiri masalah keamanan pangan menjadi suatu hal yang memperihatinkan, karena masalah keamanan pangan tersebut berpengaruh besar bagi kehidupan manusia terutama dalam bidang kesehatan. Harga pangan yang mahal membuat oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab akhirnya melakukan perbuatan yang menguntungkan bagi mereka yakni menambah pendapatan namun merugikan bagi masyarakat yakni mengakibatkan masyarakat keracunan pangan. Keamanan pangan/kualitas pangan kini menjadi tolak ukur manusia dalam memenuhi kebutuhan pangannya agar sesuai dengan pemenuhan nutrisi dan gizi dalam tubuh.
Daging adalah salah satu produk pangan asal hewani yang mempunyai gizi tinggi karena mengandung karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral Yang dimaksud dengan daging ialah bagian yang diperoleh dari pemotongan ternak, baik ternak besar seperti sapi, kerbau dan kuda, ternak kecil kambing, domba maupun ternak unggas. Daging yang tidak sehat bila dikonsumsi dapat menyebabkan sumber penyakit akibat keracunan makanan bagi manusia, untuk itu perlu diketahui berbagai jenis dan kriteria daging yang sehat dan baik.Secara umum daging yang sehat dan baik adalah daging yang berasal dari ternak yang sehat, disembelih di tempat pemotongan resmi, kemudian diperiksa, diangkut dengan kendaraan khusus dan dijual di supermarket atau di los daging pasar yang bersih dan higienis

Berikut menginformasikan bagaimana kondisi daging yang baik dan ASUH (Aman, Sehat, Utuh dan Halal) dan tidak baik yang biasanya dilakukan oleh oknum yang tak bertanggung jawab dan ingin meraih keuntungan yang besar. Kualitas daging dipengaruhi oleh beberapa faktor, baik pada waktu hewan masih hidup maupun setelah dipotong.Faktor penentu kualitas daging pada waktu hewan hidup adalah cara pemeliharaan, yang meliputi : pemberian pakan, tata laksana pemeliharaan, dan perawatan kesehatan.Kualitas daging juga dipengaruhi oleh pengeluaran darah pada waktu hewan dipotong dan kontaminasi sesudah hewan dipotong.

Daging adalah salah satu bahan makanan yang sering dikonsumsi. Maka dari itu cara memilih daging yang yang baik dan ASUH (Aman, Sehat, Utuh dan Halal) dikonsumsi amatlah penting. Apa saja yang mesti diperhatikan untuk memilih daging segar dan juga yang baik dan ASUH? Berikut Cara Memilih Daging Yang Baik Dan ASUH:

a. Kualitas Daging yang Baik

Kriteria yang dipakai sebagai pedoman untuk menentukan kualitas daging yang layak konsumsi adalah :

  1. Perhatikan Warna Daging
    Daging yang segar dan berkualitas dapat diketahui dari warnanya. Daging sapi yang masih fresh berwarna merah dan segar, tidak pucat dan tidak kotor.Warna daging bervariasi tergantung dari jenis hewan secara genetik dan usia, misalkan daging sapi potong lebih gelap daripada daging sapi perah, daging sapi muda lebih pucat daripada daging sapi dewasa. Daging sapi yang segar memiliki tekstur yang terasa kenyal. Tekanlah sedikit daging tersebut, jika kembali ke posisi semula berarti daging tersebut masih baru dan segar. Pada daging busuk akan terasa lembek saat ditekan
  2. Keempukan daging ditentukan oleh kandungan jaringan ikat. Semakin tua usia hewan susunan jaringan ikat semakin banyak sehingga daging yang dihasilkan semakin liat. Jika ditekan dengan jari daging yang sehat akan memiliki konsistensi kenyal.
  3.  Kandungan lemak (marbling) adalah lemak yang terdapat diantara serabut otot (intramuscular). Lemak berfungsi sebagai pembungkus otot dan mempertahankan keutuhan daging pada wkatu dipanaskan. Marbling berpengaruh terhadap cita rasa.
  4. Warna daging bervariasi tergantung dari jenis hewan secara genetic dan usia, misalkan daging sapi potong lebih gelap daripada daging sapi perah, daging sapi muda lebih pucat daripada daging sapi dewasa.
  5. Rasa dan Aroma dipengaruhi oleh jenis pakan. Daging berkualitas baik mempunyai rasa gurih dan aroma yang sedap.
  6. Kelembaban : Secara normal daging mempunyai permukaan yang relative kering sehingga dapat menahan pertumbuhan mikroorganisme dari luar. Dengan demikian mempengaruhi daya simpan daging tersebut.mempengaruhi daya simpan daging tersebut.
  7. Tidak Berair-Jika Anda membeli daging mungkin Anda sering melihat cairan berwarna merah mirip darah. Cairan itu bukanlah darah melainkan “sari” dari daging tersebut.Cobalah untuk membeli daging yang tidak berair, karena jika berarir maka daging tersebut sudah berada cukup lama berada di udara bebas

b. Kriteria Daging yang Tidak Baik

Bau dan rasa tidak normal akan segera tercium sesudah hewan dipotong. Hal tersebut dapat disebabkan oleh adanya kelainan sebagai berikut

  1. Ternak sakit terutama yang menderita radang bersifat akut pada organ dalam yang akan menghasilkan daging berbau seperti mentega tengik.
  2. Ternak dalam pengobatan terutama dengan pengobatan antibiotic akan menghasilkan daging yang berbau obat – obatan.
  3. Warna daging tidak normal tidak selalu membahayakan kesehatan, namun akan mengurangi selera konsumen.
  4. Konsistensi daging tidak normal yang ditandai kekenyalan daging rendah ( jika ditekan dengan jari akan terasa lunak ) dapat mengindikasikan daging tidak sehat, apaila disertai dengan perubahan warna yang tidak normal maka daging tersebut tidak layak dikonsumsi.
  5. Daging busuk dapat mengganggu kesehatan konsumen karena menyebabkan gangguan saluran pencernaan. Pembusukan dapat terjadi karena penanganan yang kurang baik pada waktu pendinginan, sehingga aktivitas bakteri pembusuk meningkat, atau karena terlalu lama dibiarkan ditempat terbuka dalam waktu relativ lama pada suhu kamar, sehingga terjadi proses pemecahan protein oleh enzim – enzim dalam daging yang menghasilkan amoniak dan asam sulfide.

Dari ciri-ciri tersebut apabila kita sudah memenuhi kriteria seperti diatas, maka sudah dipastikan daging yang kita beli adalah daging yang baik berkualitas tinggi. daging yang berkualitas tinggi akan memberikan kesehatan bagi tubuh kita dan keluarga. Dengan kita makan daging yang baik berkualitas tinggi maka asupan nutrisi pada tubuh kita sangat baik sekali (*)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply