DESA DENGAN KEARIFAN LOKAL

KAMPUNG bukan DESA dengan KEARIFAN LOKAL
————————————
Kearifan lokal sama sekali tidak bisa diperoleh melalui suatu pendidikan formal dan informal tetapi hanya bisa dipahami dari suatu pengalaman yang panjang melalui suatu pengamatan langsung. Kearifan lokal lahir dari learning by experience yang tetap dipertahankan dan diturunkan dari generasi ke generasi. Kegunaan utama kearifan lokal adalah menciptakan keteraturan dan keseimbangan antara kehidupan sosial, budaya dan kelestarian sumberdaya alam.

Pada prinsipnya sebagai makhluk yang memiliki kelebihan dibandingkan dengan makhluk hidup yang lain (karena secara biologi memiliki akal dan fungsi otak untuk bisa berpikir), penduduk miskin masih diberi suatu insting yang diperoleh dari fungsi otak tersebut untuk dapat mengorganisasikan hidupnya. Walaupun mereka sendiri mengkategorikan diri mereka sebagai orang miskin, namun mereka memiliki kemampuan untuk bertahan dan MELANJUTKAN HIDUP dan KETURUNANNYA.

Mereka memiliki kemampuan memanfaatkan segala energi dari dalam diri (internal) maupun energi dari sumberdaya disekitarnya (eksternal). Penduduk miskin telah menunjukkan keuletan dan kemampuan sendiri untuk menciptakan nafkah, memelihara sumberdaya alam dan tradisi lokal. Hal inilah yang melahirkan konsep kearifan lokal secara alami.

Dari sudut pandang kriteria kemiskinan yang dibuat oleh pemerintah, penduduk miskin adalah orang pasrah dengan hidup apa adanya, walaupun pemerintah sendiri sangat sulit mendapatkan senjata pamungkas untuk bisa mengentaskan kemiskinan. Ironisnya, apakah mereka mendapat BANTUAN atau TIDAK dari pemerintah, tampaknya mereka tetap HIDUP dan TERUS BERKARYA untuk memberikan KONTRIBUSI dalam program pembangunan yang dicanangkan pemerintah.
#HIDUPDARIMENGHIDUPKANPETANI

Moting Gemohing

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply