Petani adalah pekerjaan rendahan dan tidak menguntungkan.KATA MEREKA???

Masa muda kerap kali merupakan saat di mana seseorang mulai bermimpi tentang masa depan, berpikir tentang jalan hidup dan berjuang serta agresif bergerak menuju tujuan tersebut. Di banyak daerah perdasaan, menjadi petani bukan bagian dari mimpi masa depan. Petani adalah pekerjaan rendahan dan tidak menguntungkan, sehingga bermigrasi ke perkotaan atau ke luar negeri dianggap lebih baik karena menjanjikan lebih banyak peluang dan petualangan. Lantas bagaimana jadinya masa depan pertanian dan pangan tanpa petani muda?
Tanpa petani, tidak akan ada makanan. 
Tanpa makanan, tidak akan ada kehidupan. 
Isu ini, akan dikaji Kembali ke atas, tidak tertarik lagi ke pertanian, apa saja yang dapat diambil untuk kembali ke pertanian, juga apa yang diperoleh dari para pemuda untuk mereka dapat bertahan di bidang tersebut.
Penuaan populasi petani menjadi perhatian media dan pemerintahan dalam beberapa tahun terakhir. Beberapa pengamat berkomentar tentang pembayaran usia rata-rata petani di negara berpenghasilan rendah dan menengah dan implikasinya yang merugikan bagi produksi pertanian dan ketahanan pangan. Yang lain lebih berhati-hati dalam analisis mereka, dengan alasan hanya ada sedikit bukti yang menjadi dasar klaim negatif semacam itu. Meskipun lebih penting dari penuaan petani di pedesaan dan bekerja di sektor pertanian, Analisis penuaan petani di pedesaan dan pekerja pertanian lebih dari satu pembaharuan, yang mengarah pada seruan untuk dasar yang lebih kuat untuk mendukung kebijakan dan respons yang lebih tepat.
PEMUDA DI DAERAH PERDESAAN 
Berdasarkan survei populasi antar sensus (Supas) 201 jumlah penduduk Indonesia  pad 2019 diproyeksikan mencapai 266,91 juta jiwa. Indonesia saat ini sedang menikmati masa bonus demografi di mana jumlah penduduk usia produktif lebih banyak dari usia tidak produktif, yaitu lebih dari 68% dari total populasi. Setengah dari populasi pemuda tinggal di daerah perdesaan, dan lebih dari setengahnya yang termasuk dalam angkatan kerja di bidang pertanian.
Selama berpuluh-puluh tahun, pemuda DESA DIABAIKAN dan DISISIHKAN oleh masyarakat, pemerintah, dan organisasi internasional, sehingga tidak memerlukan energi serta potensi mereka di sektor pertanian penuh.
Pemuda di desa memilih untuk review IndoJobs di IndoJobs ATAU BEKERJA Beroperasi resmi di Bidang Pekerjaan Yang berbayar randah, TIDAK memerlukan ketrampilan, Tanpa Jaminan Dan Pekerjaan-pekerjaan Yang memiliki kepentingan Tinggi Kurangnya Peluang kerja Yang layak di desa mendorong pemuda untuk review bermigrasi Ke Perkotaan.
sementara itu putra dan putri para petani menjadi enggan menggeluti pertanian karena berbagai alasan. Banyak di antara mereka yang tetap menekuni pertanian hanya karena keterpaksaan atau tidak memiliki pilihan lain. Hal i ni menimbulkan masalah baru: POPULASI PERTANIAN Yang Semakin Menua. Jika pemuda adalah masa depan bangsa, dan pemuda desa adalah masa depan industri pertanian di perdesaan. Pertanyaan sederhanya adalah  Bagaimana kita dapat menarik pemuda untuk tetap tinggal dan bekerja di daerah perdesaan?,  kebijakan dan program seprti apa yang diperlukan untuk membuat tampilan masa depan mereka dan kemudian memutuskan untuk tetap, menurut pilihan mereka sendiri, di industri pertanian perdesaan?
APA YANG DAPAT DILAKUKAN PEMERINTAH UNTUK MENARIK PEMUDA 
MEMASUKI DAN TETAP MENGGELUTI PERTANIAN? 
Berdasarkan wawancara dan demonstrasi terhadap kaum muda di daerah perdesaan, kaum muda dapat tertarik pada pertanian jika:
  1. Pertanian dapat menghasilkan pendapatan yang memadai.
  2. Bagi mereka sumber daya yang disediakan seperti tanah, modal, pelatihan, alat bertani dan pasar juga.
  3. Mereka dapat melihat arti penting pekerjaan pertanian mereka.
Jika dilaksanakan, saran-saran atau saran tindakan berikut dapat membantu pemuda tani dorong negara dan atau masing-masing daerah mencapai swasembada di bidang pangan, serta berkontribusi terhadap pertumbuhan inklusif yang berkembang.
Rekomendasi ini juga diilhami oleh disetujui-diterjemahkan yang ditulis di atas.
  1. Menydiakan akses bagi pemuda tani atas kepemilikan atau hak atas tanah untuk pertanian selama maksimum 25 tahun. Tanpa Jaminan penggunaan jangka panjang, pemuda tidak akan tertarik untuk bertani di desanya.
  2. Menyediakan bagi pemuda tani program pertanian khusus dan terpadu dengan bantuan pendukung lain, termasuk pendidikan, pelatihan dan penyuluhan, pelatihan kepemimpinan, kredit, teknologi, input pertanian, teknologi dan perlengkapan tepat guna, subsidi, asuransi, dan pasar. Kurikulum sekolah yang mendukung pertanian sebagai profesi. Petani muda dapat dorong sebagai wirausahawan muda di desa, membuat pertanian yang ramah lingkungan, dan membangun koperasi serba usaha pertanian; Karena akan memberikan makna yang lebih dan memberikan idealisme dalam kehidupan para pemuda tani. Pemberian penghargaan masyarakat kepada petani muda berprestasi, misalnya mereka yang berhasil membangun koperasi pertanian.
  3. Memberikan jalan bagi pemuda tani untuk menyetujui sendiri, saling belajar satu sama lain dan keputusan dalam proses pembuatan keputusan dan perumusan kebijakan. Pemuda tani meminta rasa memiliki atas kebijakan dan program yang meminta diri mereka. Penyelenggara studi banding bagi pemuda tani di dalam atau di antara negara. Mendirikan pusat informasi bagi pemuda.
  4. Memperbaiki infrastruktur dan mendukung sekaligus tatanan di daerah perdesaan, selain memberikan Jaminan dan perlindungan sosial bagi petani muda.
  5. Petani di wilayah kita adalah keluarga petani, yang paling miskin dan lapar di dunia. Bantuan bagi keluarga tani melalui kebijakan dan program yang didukung serta terintegrasi dalam hal reforma agraria, pembangunan perdesaan, pertanian guna ramah lingkungan dan pembangunan, serta pasar akan meningkatkan pemahaman dan daya tahan petani, sehingga mengubah cara pandang generasi muda pertanian.

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply