Kenaikan harga jagung telah membuat produksi unggas dunia dalam kesulitan keuangan.

Kenaikan harga jagung telah membuat produksi unggas dunia dalam kesulitan keuangan.

Dengan pandemi COVID-19 saat ini, beberapa tantangan diproyeksikan selama tahun 2021 yang harus dihadapi dan diatasi sektor perunggasan.
Pada 11 Maret 2020, WHO menaikkan kategori pandemi COVID-19, penyakit yang disebabkan oleh virus bernama Sars-Cov-2. Saat ini, penyakit tersebut telah menyerang setiap negara di planet ini, kecuali tujuh. Pandemi ini berdampak pada semua sektor produktif, termasuk produksi hewan.

Akan tetapi, kapasitas organisasi yang kuat dari peternakan unggas telah memungkinkan untuk menempatkan dirinya dalam sektor produksi hewan terkuat di dunia. Namun, pada tahun 2021, ini akan menghadapi tantangan besar:

DAMPAK PANDEMIK
Pandemi berdampak langsung pada sistem produksi hewan. Wabah penyakit telah dilaporkan pada pekerja rumah potong hewan, pengangkut, pemasar dan petani. Semua ini berdampak pada rantai produksi yang pada akhirnya memengaruhi seluruh sektor. Amerika Serikat dianggap oleh FAO sebagai produsen daging unggas terbesar di dunia, yang memiliki 18% pasokan. Pada saat yang sama, itu adalah negara dengan kasus dan korban tewas terbanyak akibat COVID19 saat ini. Hubungan ini sangat penting karena daging unggas A.S. mewakili 37% dari total daging yang diproduksi di planet ini.

Di sisi lain, Brasil merupakan produsen daging unggas terbesar ketiga di dunia. Demikian pula, Indonesia merupakan negara ketiga dengan jumlah kasus COVID19 tertinggi di dunia dan kedua dengan jumlah kematian tertinggi setelah AS.

Memahami bahwa dua negara dengan partisipasi terbesar dalam peternakan unggas sangat terpengaruh oleh pandemi, memungkinkan kita untuk mengamati dampaknya pada seluruh rantai produksi. Ini, tanpa diragukan lagi, adalah salah satu tantangan terbesar bagi perunggasan tahun ini.

Negara-negara Amerika Latin yang memproduksi daging unggas dan telur ayam termasuk dalam TOP 20 negara yang paling terkena dampak pandemi. Mengingat keterbelakangan teknologi dan ekonomi mereka, mereka memiliki tantangan yang lebih tinggi untuk tahun baru ini.

HARGA PABRIK

Sektor lain yang sangat terpengaruh oleh pandemi adalah pertanian. Produksi biji-bijian global telah dipengaruhi oleh penyakit, bencana lingkungan, dan dampak iklim di negara-negara dengan produksi biji-bijian tertinggi. Biji-bijian seperti jagung atau kedelai digunakan sebagai pakan ternak dan karena krisis saat ini, harga biji-bijian tersebut meroket.

Pangan merupakan input yang membutuhkan investasi terbesar dalam peternakan unggas; biji-bijian yang digunakan untuk pakan unggas menimbulkan tantangan biaya. Produsen biji-bijian besar seperti Amerika Serikat, Cina, Brasil, dan Uni Eropa merupakan 70% dari produksi dunia. Ekspor biji-bijiannya menurun, dan biaya meningkat. Hal ini berdampak kuat pada perekonomian negara berkembang, karena mereka harus mengimpor jenis pangan ini untuk produksi ternaknya, sehingga meningkatkan biaya pasar dalam negeri.

Kenaikan harga biji-bijian merupakan tantangan lain bagi peternakan unggas di tahun 2021: mencapai stabilisasi biaya produksinya agar tetap berada di depan produksi pangan dunia.

KEUNTUNGAN INFLUENZA

Patogenitas Tinggi Epidemi Flu Burung terus meningkat di Eropa dan Asia sejak tahun 2020 dan terus meningkat pada tahun 2021. Ini telah menghasilkan jutaan unggas produksi yang dimusnahkan untuk menahan wabah tersebut.

Ini adalah salah satu tantangan penting dalam budidaya unggas dunia: untuk memperlambat perkembangan virus penting ini yang telah kami jelaskan sebelumnya di VeterinariaDigital.

Untuk semua hal di atas, peternakan unggas menghadapi tantangan serius untuk tahun 2021. Namun, ini adalah salah satu sektor produksi hewan paling padat di dunia. Kapasitas pembangunan ini akan memungkinkannya untuk mengatasinya dan terus menjadi salah satu sektor ekonomi yang paling berkelanjutan dan tangguh di saat-saat sulit.

Sumber: https://www.veterinariadigital.com/en/noticias/the-challenges-of-poultry-farming-by-2021/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *